Just to let you all know this blog is still alive (or at least the blogger who admins this blog is still alive…)

Goenawan Muhamad, atau sering disebut inisialnya saja GM,merupakan salah satu jurnalis senior di Indonesia. Baru-baru ini saya dapat forward e-mail dari kawan saya tentang sebuah essay GM yang dinilainya menarik.

GM menulis tentang isu besar, pemanasan global. Dari sudut pandang seorang GM tentunya. Juga dengan dengan gaya berceritanya yang mengalir halus. Membaca essay-essay GM selama beberapa tahun ini, saya merasa essaynya kali ini masih seperti caping–catatan pinggir– GM yang lalu-lalu.

Saya kenal GM sejak mulai banyak teman saya memilih profesi sebagai wartawan..sekitar awal tahun 2000an. Saya si ‘pembaca segala’ yang membaca bacaan apapun yang ada dalam jangkauan. Dan ketika membaca Caping yang covernya hijau, hehe saya lupa Caping ke berapa, saya kemudian tertarik membaca lebih banyak tulisan2 GM. Saya merasa menemukan tulisan yang mengajak saya ngobrol. Beberapa pokok pikir penulis membuat saya manggut-manggut dan tergerak menimpali dengan argumen pribadi saya. Kali lain saya baca gugatannya yang membuat kening saya mengernyit. Dan, pernah pula saya dibuat ingin langsung berkomentar menjegal pernyataannya yang terasa bertentangan dengan isi kepala saya.

Essay caping GM kali ini, berjudul Mall. Singkat. Membacanya, saya merasa beruntung berada dalam kelompok kecil yang percaya bahwa kami dapat mengubah dunia. Saya satu dari entah berapa banyak orang yang berfikiran sama. Mereka yang berfikir bahwa menjadi Environmentalis itu gampang.

“Terlalu sulit, terlalu sulit” begitu kata GM dalam essaynya. Saya pun manggut sependapat pada awalnya. Tapi saya percaya –seperti temannya GM si Arsitek Jepang yang kemudian memilih tinggal di dusun, mengusahakan sabun non deterjen dan bertanam sayuran organik–masih ada harapan untuk dunia yang lebih baik.

Semua memang harus dilakukan sama-sama. Mulai dari satu orang, satu waktu. One at a time. Dan itulah gerakan. Kalo yang kami sedang coba bangun, gerakan menuju keadilan lingkungan untuk semua. Environmental justice for all.

Dan, ketika saya baca “terlalu sulit, terlalu sulit” berputar di pikir seorang GM ketika melihat fakta terkini ketidakadilan lingkungan, saya lantas merasa harus segera menulis postingan ini. Terimakasih GM, :)

Ithoy